Kamis, 14 Juni 2018

Syarat menanam dan cara memelihara Durian Menoreh hingga berproduksi

Mungkin anda salah seorang yang pernah bertanya apa syarat untuk menanam Benih Durian Menoreh yang terunggul itu?


Jawaban:
Robi N - Pemerhati dan Pencinta Varieatas Buah Unggulan Lokal - Konsultan Agro Buah

Sebagai produsen dan pengedar benih Durian Menoreh JKL, menawarkan  cara menanam dan merawat benih Durian Menoreh JKL berdasarkan ilmu dan pengalaman yang telah kami uji coba dilapangan. Proses ini dimulai dari pemilihan lahan yang cocok hingga perlakuan paska panen buah yang tepat. 

keunggulan durian menoreh, durian menoreh kalibawang, bibit durian menoreh kuning, harga durian menoreh, khasial durian, durian montong, durian bawor, deskripsi durian menoreh kuning
Top Working Durian Menoreh Legit by MSTech
Lahan yang cocok untuk  Kebun Durian Menoreh JKL: ketinggian dari permukaan laut +20-750 meter, pH  5-7, ketebalan tanah, ideal +6 Meter, dan lahan terbuka. Selanjutnya, lakukanlah pemetaan lahan dan pelubangan tanah.
            Jarak tanam Durian Menoreh JKL:+10X10 Meter, lobang berukuran: 60X60X60 cm atau 100X100X100 cm. Proses pelubangan tanah: pisahkan separuh lapisan tanah, bagian  atas di taruh sebelah kanan dan bagian bawah ditaruh di sebelah kiri.  Kemudian, biarkanlah selama + 3 bulan selama musim kemarau (sifatnya kondisional). Bertujuan untuk mengkondisikan/ menstabilkan ph tanah dan menambah unsure N (Nitrogen).
Penutupan Lubang


Penutupan lubang dilakukan +15  hari sebelum penanaman benih durian Menoreh JKL. Lapisan tanah bagian atas/ tanah sebelah kanan kembalikan paling pertama, selanjutnya menyusul lapisan bawah yang berada disebelah kiri.
Penting: posisi tanah cembung agar panggkal tanaman durian Menoreh JKL tidak tergenang air saat musim hujan. Genangan air  disekitar tanaman bisa mengakibatkan tanaman  kerdil dan mati.
Penanaman benih Durian Menoreh JKL
            Pertama: lepaskanlah polibag. Lalu, tanam benih pas pada leher akar. Selanjutnya, berikan pupuk kandang pada sekitar tanaman sebanyak + 3(tiga)  genggam saja. Kedua, berikan mulsa/ naungan (mulsa bisa berupa daun ilalang, batang padi, rerumputan, dll) pada tanah sekitar batang bawah tanaman. Bertujuan untuk menjaga kelembapan dan menghindari percikan tanah mengenai batang dan daun tanaman Durian Menoreh JKL. Percikan tanah pada batang atau daun akan mengakibatkan gangguan pada pertumbuhan tanaman hingga mengakibatkan kematian tanaman.
Berlanjut ..... 




Pesan bibit/Benih Buah Unggul:

Info langsung:
KontakLanjut:

MSTech

http://www.durianmenoreh.com/
www.mstech.co.id
e-mail: durianmenoreh1@gmail.com

Alamat:
Pasar Tani Purwodadi Pakembinangun Pakem
Jln. Kaliurang KM 19
D.I.YOGYAKARTA
INDONESIA

Call/SMS:
Simp : 0813 1388 8479,
wa: 0812-1560-7921

Note: Siap kirim dalam dan luar kota


Penting:TELAH MELAKUKAN PENGIRIMAN DI SELURUH KEPULAUAN INDONESIA
Melayani pengiriman dalam dan luar pulau lewat: 
Transportasi Udara dan Darat
Alamat:


DESKRIPSI DURIAN VARIETAS MENOREH KUNING

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERIPERTANIAN
NOMOR : 316/kpts/SR. 120/5/2007
TANGGAL: 8 Mei 2007
By Robi N MSTech

Deskripsi Durian Varietas Menoreh Kuning

keunggulan durian menoreh, durian menoreh kalibawang, bibit durian menoreh kuning, harga durian menoreh, khasial durian, durian montong, durian bawor,
Buah Durian Menoreh Kuning by. MSTech
Durian Menoreh Kuning
Nama Umum Spesies : Durian
Nama Genus, Spesies, Author(s) : Durio zibethinus Murr
Nama Varietas : Menoreh Kuning
Sebaran Geografis : Potronalan, Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo, DIY.
Deskripsi Tanaman :
Tanaman : Tipe tumbuh tegak, kebiasaan tumbuh pohon, tipe lingkungan tumbuh lahan darat, bentuk tanaman pohon, kerapatan kanopi rapat, umur tanaman 156 tahun;
keunggulan durian menoreh, durian menoreh kalibawang, bibit durian menoreh kuning, harga durian menoreh, khasial durian, durian montong, durian bawor,
Foto Durian Menoreh Kuning Saat Berbuah by. MSTech
Batang : tinggi batang 25 m, lingkar batang ketinggian 1 meter 353,25 cm, bentuk tajuk seperti payung, keadaan tajuk rimbun, bentuk batang bulat, percabangan melengkung ke atas, letak cabang terendah > 5 m, tekstur kulit batang kasar, warna kulit kecoklatan;
Daun : bentuk daun jorong, tepi daun rata, ujung daun runcing, belahan daun simetris, warna daun bagian atas hijau tua, warna daun bagian bawah kecoklatan, permukaan daun bagian atas/bawah halus/kasar, tipe daun membentuk huruf "V", arah daun menghadap keatas, ukuran daun (19-22 cm) x (6,31-7,32 cm), tangkai daun warna coklat, ukuran tangkai daun 2,91 cm;
Bunga : warna bunga kuning muda, kedudukan bunga di ketiak batang, jumlah bunga/tandan 1-5, warna kelopak bunga kuning, lama bunga mekar menjadi buah 5-7 hari, jumlah benangsari 35-40/kuntum;
Buah : tipe buah beralur, bentuk buah bulat, tekstur kulit buah kasar, panjang buah 26-29 cm, lebar 19-22 cm, lingkar buah 59,66-69,08 cm, berat buah/biji 1,77-2,4 kg, warna kulit buah coklat muda kekuningan, duri buah berduri kecil rapat, tebal kulit buah 10-14 mm, warna daging buah kuning (mentega), rasa daging buah manis legit, tekstur daging buah berserat halus, kandungan lemak 4,7 %, kadar gula 26,67% brix, kandungan air basah 66,7% kering 65,3%, aroma keras, panjang tangkai buah 33-39 mm, ketahanan buah dalam pengangkutan tahan;
Biji : panjang biji 4,1-7,8 cm, lebar biji 0,4-3,9 cm;
Produksi : jadwal berbuah konsisten bulan Januari-Februari, panen musiman dibandingkan varietas lain pertengahan, produksi/pohon/musim 300-500 buah/pohon/musim; Ketahanan terhadap hama dan penyakit tahan lalat buah;
Sifat-sifat khusus : warna daging buah kuning cerah (mentega) 7/6 (Munsell, 1990), daging buah kering kesat (tidak berair), berselaput dan mudah mengelupas, batas antar juring jelas, permukaan bawah daun coklat tua (warna sisik), rasa dan aroma manis harum menyengat

 Butuh Benih Durian Menoreh Kuning?

Butuh Info lebih Lanjut: Hubungi
Konrak Robi N: w.a.: 0812-1560-7921
www.durianmenoreh.com
e-mail: durianmenoreh1@gmail.com

1.       Pembudidaya Tanaman Buah Unggul Spesial Durian Menoreh dan Seorang Penggemar dan pecinta Durian Lokal Unggul Nasional. Gemar dan suka belajar tentang tanaman buah untuk menemukan hal-hal baru dalam berbudidaya yang tepat guna untuk mensejahterakan para petani anak bangsa.
2.       Produsen Pupuk Organik TOP D'WE - Penggiat-produsen-formulator- Praktisi Pupuk  pertanian Organik yang senang melakukan analisa penelitian pada tanah pertiwi untuk mengenal lebih jauh demi menjaga dan merawatnya sebagai rasa syukur padanya yang telah melahirkan anak bangsa yang sehat kuat dan sejahtera mampu berpikir dan berbela rasa memberikan yang terbaik bagi Nusa dan bangsa.

3.       Penyedia Jasa Konsultasi Kebun Buah Agro Wisata – “Bila dibutuhkan”. Sebagai teman, tenaga ahli, atau pelatih dalam mengembangkan kebun buah orientasi Agro wisata Buah; bagi para Bapak atau ibu bermodal-Pensiun, mewariskan harta kegenerasi dan yang berkeinginan untuk memiliki kebuan buah yang berkualitas dan berproduksi tinggi.


Butuh Benih Durian Unggul Berkualitas... ?
Butuh Jasa Konsultan Agro ?
Butuh Pupuk Lengkap Alami buat tanaman kesayangan anda ..?

Konrak Robi N: w.a.: 0812-1560-7921




Pupuk Lengkap Alami TOP D'WE– Pupuk Organik Tanaman Sayur, Buah, dan Bunga

Pupuk Lengkap Alami TOP D'WE cocok untuk  tanaman buah, sayur, dan bunga. Sudah diuji pada beberapa tanaman dengan hasil yang sangat signifikan. Peralihan dari pertanian konvensional ke pertanian organic tidak mengalami penurunan produksi tetapi malah peningkatan yang singnifikan. Bahan dari Pupuk Lengkap Top D’WE murni diambil dari alam, dengan formulasi dan inovasi terbaru untuk menjawah permasalahan dalam dunia pertanian organic selamai ini.
Pupuk lengka alami  Top D’WE cocok untuk semua tanaman flora dan flori, hutan, hortikultura. Telah diaplikasi untuk tanaman: durian, mangga, kelengkeng, jeruk, alpukat, pisang; sayuran: kacang Panjang, daun coll, cabe, melon; padi, lada, bawang merah; formula pupuk organic ini, bisa disimpulkan hasil meningkat dengan signifikan, pupuk organiknya lengkap- sekaligus bisa mencegah hama penyakit, dan ramah lingkungan. Keunggulan lainnya; dalam aplikasi sangat simple, tinggal tambahkan air dengan jumlah yang sangat sedikit 1cc: 1liter air langsung disemprotkan atau dikocor pada tanaman.
Kehadiran formula Pupuk Lengkap Alami TOP D'WE sebagai pupuk alami ini telah memberikan kesan yang positif di hati para petani yang telah mengunakan, produsen benih, dan konsumen tanaman buah lainnya. Sehingga memunculkan sebuah impian yang lebih besar untuk bisa memproduksi dengan ukuran yang lebih besar, sehingga bisa menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin meningkatkan hasil pertanian lewat bertani secara sehat dan organic.



Info Lanjut Hub.
 MSTech: Call/sms: 0813-1388-8479, w.a: 0812-1560 -7921 

oleh; MSTech HORTI; SKPBH No. 001/Pe / Perseorangan/DIY/ 01.2013

e-mail: mstechfarm@gmail.com
Alamat Jl. Kaliurang KM 19 Pakem Sleman DIY

Rabu, 13 Juni 2018

Manfaat, Sejarah, syarat Tumbuh Durian -Durian Menoreh

Durian Oh Durian  Raja Buah dari Segala Buah Dunia

keunggulan durian menoreh, durian menoreh kalibawang, bibit durian menoreh kuning, harga durian menoreh, khasial durian, durian montong, durian bawor, deskripsi durian menoreh kuning
Pak Robi N Konsultan Agro dan Pupuk Organik TOP D'WE
Buah durian banyak digemari di kota-kota besar untuk dikonsumsi sebagai makanan buah segar dan olahan lainnya. Pada lahan-lahan yang miring tanaman durian dapat digunakan sebagai pencegah erosi. Batangnya bisa diolah untuk bahan bangunan/ perkakas rumah tangga. Biji Durian memiliki kandungan pati cukup tinggi, berpotensi sebagai alternatif pengganti makanan (dapat dibuat bubur yang dicampur daging buahnya). Kulit dipakai sebagai bahan abu gosok yang bagus, dibuat dengan cara menjemurnya sampai kering dan dibakar hingga hancur menjadi abu.

Sejarah Singkat Tanaman Durian

Tanaman durian termasuk famili Bombaceae sebangsa pohon kapuk-kapukan. Yang lazim disebut durian adalah tumbuhan dari marga (genus) Durio, Nesia, Lahia, Boschia dan Coelostegia. Durian merupakan tanaman buah berupa pohon. Sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran -an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam. Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan yang berupa tanaman liar. Penyebaran durian ke arah Barat adalah ke Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M. Nama lain durian adalah duren (Jawa, Gayo), duriang (Manado), dulian (Toraja), rulen (Seram Timur). Di Indonesia, tanaman durian terdapat di seluruh pelosok Jawa dan Sumatra. Sedangkan di Kalimantan dan Irian Jaya umumnya hanya terdapat di hutan, di sepanjang aliran sungai. Di dunia, tanaman durian tersebar ke seluruh Asia Tenggara, dari Sri Langka, India Selatan hingga New Guenea. Khusus di Asia Tenggara, durian diusahakan dalam bentuk perkebunan yang dipelihara intensif oleh negara Thailand.
Sejak munculnya durian bangkok tahun 1980-an dan diikuti dengan munculnya durian unggul lokal, pengembangan bercocok tanam durian semakin cepat. Thailand yang selama ini dikenal sebagai penghasil buah-buahan tropis terkemuka di dunia ternyata hanya mengembangkan empat varietas unggul, yakni mon thong, chance, kan yao, dan kradum thong. Varietas mon thong dan chanee, telah diintroduksi ke Indonesia dan dilepas Menteri Pertanian sebagai otong dan kani. Saat ini ada puluhan durian yang diakui keunggulannya oleh Menteri Pertanian dan disebarluaskan kepada masyarakat untuk dikembangkan. Macam varietas durian tersebut adalah: durian sukun (Jawa Tengah), petruk (Jawa Tengah), sitokong (Betawi), simas (Bogor), sunan (Jepara), otong (Thailand), kani (Thailand), sidodol (Kalimantan Selatan), sijapang (Betawi), sihijau (Kalimantan Selatan), raja mabah (Kalimantan Barat), sawah mas (Kalimantan Barat), dan sebagainya.

SYARAT TUMBUH DURIAN

Iklim

1) Curah hujan untuk tanaman durian 1500-2500 mm/tahun. Curah hujan merata sepanjang tahun atau terdapat 9-12 bulan basah dengan 1-3 bulan kering, dengan kemarau 3 bulan sebelum berbunga lebih baik daripada hujan terus menerus.
2) Intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan durian adalah 60-80%. Sewaktu masih kecil (baru ditanam di kebun), tanaman durian tidak tahan terik sinar matahari di musim kemarau, sehingga bibit harus dilindungi/dinaungi.
3) Tanaman durian cocok pada suhu rata-rata 22-30 derajat C. Pada suhu 15oC durian dapat tumbuh tetapi pertumbuhan tidak optimal. Bila suhu mencapai 35 derajat C daun akan terbakar.

Ketinggian Tempat

keunggulan durian menoreh, durian menoreh kalibawang, bibit durian menoreh kuning, harga durian menoreh, khasial durian, durian montong, durian bawor, deskripsi durian menoreh kuning
Durian Menoreh Kuning produk MSTech  Kaki  enam berbuah dalam Pot laku 25 juta
Ketinggian tempat untuk bertanam durian umumnya dapat tumbuh di daerah berketinggian 50-600 m dpl. Tetapi ada juga tanaman durian yang cocok ditanam diberbagai ketinggian hingga mencapai 800 m dpl. Namun durian paling cocok dikebunkan pada daerah berketinggian 200-600 m dpl.

Media Tanam

1) Kemiringan lahan yang dianjurkan adalah 5-20 drajat.
2) Tanaman durian menghendaki tanah yang subur (tanah yang kaya bahan organik). Partikel penyusunan tanah seimbang antara pasir liat dan debu sehingga mudah membentuk remah.
3) Tanah yang cocok untuk durian adalah jenis tanah grumosol dan ondosol. Tanah yang memiliki ciri-ciri warna hitam keabu-abuan kelam, struktur tanah lapisan atas bebutir-butir, sedangkan bagian bawah bergumpal, dan kemampuan mengikat air tinggi.
4) Derajat keasaman tanah yang dikehendaki tanaman durian adalah (pH) 5-7, dengan pH optimum 6-6,5.
5) Tanaman durian termasuk tanaman tahunan dengan perakaran dalam, maka membutuhkan kandungan air tanah dengan kedalam cukup, (50-150 cm) dan (150-200 cm). Jika kedalaman air tanah terlalu dangkal/ dalam, rasa buah tidak manis/tanaman akan kekeringan/akarnya busuk akibat selalu tergenang.

PEDOMAN BUDIDAYA DURIAN

Pembibitan

keunggulan durian menoreh, durian menoreh kalibawang, bibit durian menoreh kuning, harga durian menoreh, khasial durian, durian montong, durian bawor, deskripsi durian menoreh kuning
Pucuk daun muda Durian Menoreh Kuning by MSTech
Perbanyakakan tanaman durian dapat dilakukan melalui cara generatif (dengan biji) atau vegetatif (okulasi, penyusuan atau cangkokan).

Pengadaan benih dengan cara generatif

Biji untuk bibit dipilih dari biji yang memenuhi persyaratan: asli dari induknya, segar dan sudah tua, tidak kisut, dan tidak terserang hama dan penyakit. Biji-biji dicuci terlebih dahulu agar daging buah yang menempel terlepas. Biji yang dipilih dikeringkan pada tempat terbuka, tidak terkena sinar matahari langsung. Penyimpanan diusahakan agar tidak berkecambah/rusak dan merosot daya tumbuhnya. Proses pemasakan biji dilakukan dengan baik (dengan cara diistirahatkan beberapa saat), dalam kurun waktu 2-3 minggu sesudah diambil dari buahnya. Setelah itu biji ditanam.

Pengadaan bibit dengan cara okulasi

Dalam pembuatan bibit okulasi perlu disiapkan alat dan bahannya. Alat yang perlu disiapkan berupa pisau sayat (silet) dan pita plastik atau tali rafia. Bahan yang disiapkan berupa tanaman calon batang bawah dan batang atasnya (entris). Persyaratan biji durian untuk batang bawah yang akan diokulasi berasal dari biji yang sehat dan tua, dari tanaman induk yang sehat dan subur, sistem perakaran bagus, berbatang kokoh dan tahan hama dan penyakit. Biji yang disemaikan dipilih yang pertumbuhannya sempurna.
Setelah umur 8-10 bulan, batang bawah telah dapat diokulasi, dengan cara:
1) Siapkan tanaman yang akan dijadikan calon batang atas. Batang atas diambil dari pohon induk yang telah diketahui asal usul dan kulaitas buahnya. Sebaiknya batang atas diambil dari varietas yang unggul. Pengambilan cabang batas atas dilakukan bukan saat terik matahari agar batang atasnya tidak cepat mengering.
2) Kuliti bawahnya selebar 0,5-1cm, tergantung diameter batang, dengan panjang sekitar 2 cm. Buanglah sebagian lidah kupasan kulit batang hingga hanya tersisa 0,5 cm saja.
3) Ambil pucuk entris yang ada mata tunasnya. Sayat salah satu mata tunasnya dengan menggunakan silet atau pisau okulasi. Potonglah sayatan kulit bermata tunas, lalu keluarkan lapisan kayu yang masih menempel di lapisan dalam mata tunasnya.
4) Selipkan ujung bawah mata tunas pada bagian ujung lidah yang tersisa pada batang bawah. Seluruh bidang tempelan tersebut dibungkus dengan cara melilitkan pita plastik atau tali rafia. Pita plastik diikatkan pada bagian atas bidang tempelan. Pembungkusan dilakukan untuk mencegah masuknya air pada saat penyiraman atau hujan.
5) Periksa keberhasilan okulasi seminggu setelah penempelan. Mata tunas yang masih tetap hijau menandakan okulasi berhasil. Jika gagal, penempelan dapat diulangi lagi pada bagian lain dari batang bawah tersebut.
6) Jika okulasi berhasil mata tunas berwarna hijau, bukalah tali pembungkus dua minggu setelah penempelan untuk memberikan kebebasan bagi lalu lintas pengangkutan zat makanan.
7) Rebahkan pucuk batang bawahnya pada jarak 1 cm dari bidang tempelan untuk mempercepat tumbuhan mata tunas.
8) Pangkas seluruh pucuk batang bawah yang direbahkan setelah sebulan penempelan agar tunas benar-benar tumbuh dengan baik.

Bibit Sambung Pucuk

keunggulan durian menoreh, durian menoreh kalibawang, bibit durian menoreh kuning, harga durian menoreh, khasial durian, durian montong, durian bawor, deskripsi durian menoreh kuning
Durian Mneoreh dalam planter bag by MSTech
Sambung pucuk adalah teknik perbanyakan dengan menyatukan pucuk (calon batang atas) dengan batang bawah. Penyambungan dapat dilakukan pada tanaman yang masih bibit ataupun yang sudah dewasa. Langkah-langkah perbanyakan bibit sambung pucuk adalah sebagai berikut:
1) Siapkan tanaman batang bawah dari hasil persemainan biji yang telah berumur 3 bulan. Bibit batang bawah berasal dari varietas yang perakarannya kuat, berbatang kokoh, dan tahan terhadap hama dan penyakit.
2) Batang atas dipilih dari cabang pohon yang memiliki sifat yang baik. Besarnya batang atas harus sama atau lebih kecil dari batang bawah, dengan panjang cabang batang atas 7,5-10 cm.
3) Potong daun-daun pada cabang batang atas dan hanya disisakan 2-3 helai daun yang letaknya paling ujung. Sisa daun digunting dan hanya disisakan seperempat bagian saja. Potong ujung cabang batang di bagian bawah bawah berbentuk "V".
4) Batang bawah dipotong pada ketinggian 10-20 cm dari leher akar. Permukaan batang yang dipotong ini dibelah menjadi dua bagian yang sama besar. Panjang belahan sekitar 2-5 cm.
5) Selipkan ujung cabang batang atas pada belahan batang bawah.
6) Bagian sambungan batang atas dan batang bawah diikat dengan menggunakan tali plastik, dimulai dari bawah ke atas, lalu dari atas ke bawah.
7) Kemudian sambungan batang atas dan batang bawah tersebut dibungkus dengan plastik, dan pada bagian bawah sambungan diikat dengan menggunakan tali.
8) Letakkan calon bibit pada tempat yang teduh, dan lakukan penyiraman agar tidak mengalami kekeringan. Calon bibit akan memunculkan tunas baru setelah 3-5 minggu. Saat itu bungkus plastik bisa dibuka. Ikatan sambungan bisa dibuka setelah sambungan benar-benar kuat, dengan ciri-ciri bagian tepi bawah ikatan tali membengkak.

Bibit Cangkokan

Batang durian yang dicangkok harus dipilih dari cabang tanaman yang sehat, subur, cukup usia, pernah berbuah, memiliki susunan percabangan yang rimbun, besar cabang tidak lebih besar daripada ibu jari (diameter=2–2,5 cm), kulit masih hijau kecoklatan. Waktu mencangkok adalah awal musim hujan sehingga terhindar dari kekeringan, atau pada musim kering, tetapi harus disiram secara rutin (2 kali sehari), pagi dan sore hari. Adapun tata cara mencangkok adalah sebagai berikut:
1. Pilih cabang durian sebesar ibu jari dan yang warna kulitnya masih hijau kecoklatan.
2. Sayap kulit cabang tersebut mengelilingi cabang sehingga kulitnya terlepas.
3. Bersihkan lendir dengan cara dikerok kemudian biarkan kering angin sampai dua hari.
4. Bagian bekas sayatan dibungkus dengan media cangkok (tanah, serabut gambut, mos). Jika menggunakan tanah tambahkan pupuk kandang/kompos perbandingan 1:1. Media cangkok dibungkus dengan plastik/sabut kelapa/bahan lain, kedua ujungnya diikat agar media tidak jatuh.
5. Sekitar 2-5 bulan, akar cangkokan akan keluar menembus pembungkus cangkokan. Jika akar sudah cukup banyak, cangkokan bisa dipotong dan ditanam di keranjang persemaian berisi media tanah yang subur.

Pengolahan Media Tanam Durian

1) Persiapan
Penanaman durian, perlu perencanaan yang cermat. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pengukuran pH tanah, analisis tanah, penetapan waktu/jadwal tanam, pengairan, penetapan luas areal penanaman, pengaturan volume produksi.
2) Pembukaan Lahan
Pembersihan dan pengolahan lahan dilakukan beberapa minggu sebelum penanaman bibit berlangsung. Batu-batu besar, alang-alang, pokok-pokok batang pohon sisa penebangan disingkirkan. Perlu dibersihkan dari tanaman liar yang akan menganggu pertumbuhan.
3) Pembentukan Bedengan
Tanah untuk bedengan pembesaran harus dicangkul dulu sedalam 30 cm hingga menjadi gembur, kemudian dicampur dengan pasir dan kompos yang sudah jadi. Untuk ukuran bedengan lebar 1 m panjang 2 m, diberi 5 kg pasir dan 5 kg pupuk kompos. Setelah tanah, pasir dan kompos tercampur merata dan dibiarkan selama 1 minggu. Pada saat itu juga tanah disemprot Vapan/Basamid untuk mencegah serangan jamur/bakteri pembusuk jamur. Di sekeliling bedengan, perlu dibuatkan saluran untuk penampung air. Jika bedengan sudah siap, biji yang telah tumbuh akarnya tadi segera ditanam dengan jarak tanam 20 x 30 cm. Penanaman biji durian dilakukan dengan cara dibuatkan lubang tanam sebesar biji dan kedalamannya sesuai dengan panjang akar masing-masing. Setelah biji tertanam semua, bagian permukaan bedengan ditaburi pasir yang dicampur dengan tanah halus (hasil ayakan) setebal 5 cm.
4) Pengapuran
Keadaan tanah yang kurang subur, misalnya tanah podzolik (merah kuning) dan latosol (merah-coklat-kuning), yang cenderung memiliki pH 5 - 6 dan penyusunannya kurang seimbang antara kandungan pasir, liat dan debu, dapat diatasi dengan pengapuran. Sebaiknya dilakukan menjelang musim kemarau, dengan kapur pertanian yang memiliki kadar CaCO3 sampai 90%. Dua sampai 4 minggu sebelum pengapuran, sebaiknya tanah dipupuk dulu dan dilsiram 4-5 kali. Untuk mencegah kekurangan unsur Mg dalam tanah, sebaiknya dua minggu setelah pengapuran, segera ditambah dolomit.

Teknik Penanaman

1) Penentuan Pola Tanaman

Jarak tanam sangat tergantung pada jenis dan kesuburan tanah, kultivar durian, serta sistem budidaya yang diterapkan. Untuk kultivar durian berumur genjah, jarak tanam: 10 m x 10 m. Sedangkan kultivar durian berumur sedang dan dalam jarak tanam 12 m x 12 m. Intensifikasi kebun durian, terutama waktu bibit durian masih kecil (berumur kurang dari 6 tahun), dapat diupayakan dengan budidaya tumpangsari. Berbagai budidaya tumpangsari yang biasa dilakukan yakni dengan tanaman horti (lombok, tomat, terong dan tanaman pangan: padi gogo, kedelai, kacang tanah dan ubi jalar.

2) Pembuatan Lubang Tanam

Pengolahan tanah terutama dilakukan di lubang yang akan digunakan untuk menanam bibit durian. Lubang tanam dipersiapkan 1 m x 1 m x 1 m. Saat menggali lubang, tanah galian dibagi menjadi dua. Sebelah atas dikumpulkan di kiri lubang, tanah galian sebelah bawah dikumpulkan di kanan lubang. Lubang tanam dibiarkan kering terangin-angin selama ± 1 minggu, lalu lubang tanam ditutup kembali.
Tanah galian bagian atas lebih dahulu dimasukkan setelah dicampur pupuk kompos 35 kg/lubang, diikuti oleh tanah bagian bawah yang telah dicampur 35 kg pupuk kandang dan 1 kg fospat. Untuk menghindari gangguan rayap, semut dan hama lainnya dapat dicampurkan insektisida butiran seperti Furadan 3 G. Selanjutnya lubang tanam diisi penuh sampai tampak membukit setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. Tanah tidak perlu dipadatkan. Penutupan lubang sebaiknya dilakukan 7-15 hari sebelum penanaman bibit.
3) Cara Penanaman
Bibit yang akan ditanam di lapangan sebaiknya tumbuh 75-150 cm, kondisinya sehat, pertumbuhan bagus, yang tercermin dari batang yang kokoh dan perakaran yang banyak serta kuat.
Lubang tanam yang tertutup tanah digali kembali dengan ukuran yang lebih kecil, sebesar gumpalan tanah yang membungkus akar bibit durian. Setelah lubang tersedia, dilakukan penanaman dengan cara sebagai berikut :
a) Polybag/pembungkus bibit dilepas (sisinya digunting/diiris hati-hati)
b) Bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam sampai batas leher
c) Lubang ditutup dengan tanah galian. Pada sisi tanaman diberi ajir agar pertumbuhan tanaman tegak ke atas sesuai arah ajir.
d) Pangkal bibit ditutup rumput/jerami kering sebagai mulsa, lalu disiram air.
e) Di atas bibit dapat dibangun naungan dari rumbia atau bahan lain. Naungan ini sebagai pelindung agar tanaman tidak layu atau kering tersengat sinar matahari secara langsung.

Pemeliharaan Tanaman

1) Penjarangan dan Penyulaman

Penjarangan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian agar tidak menghabiskan energinya untuk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah dan frekuensi pembuahan setiap tahunnya. Penjarangan dilakukan bersamaan dengan proses pengguguran bunga, begitu gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan (tidak boleh ditundatunda). Penjarangan dapat dilakukan dengan menyemprotkan hormon tertentu (Auxin A), pada saat bunga atau bakal buah baru berumur sebulan. Pada saat itu sebagian bunga sudah terbuka dan sudah dibuahi. Ketika hormon disemprotkan, bunga yang telah dibuahi akan tetap meneruskan pembuahannya sedangkan bunga yang belum sempat dibuahi akan mati dengan sendirinya. Jumlah buah durian yang dijarangkan ± 50-60% dari seluruh buah yang ada.

2) Penyiangan

Untuk menghindari persaingan antara tanaman dan rumput disekeliling selama pertumbuhan, perlu dilakukan penyiangan (± diameter 1 m dari pohon durian).

3) Pemangkasan/Perempelan

a) Akar durian
Pemotongan akar akan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman sampai 40% selama ± 1 musim. Selama itu pula tanaman tidak dipangkas. Pemangkasan akar selain membuat tanaman menjadi cepat berbuah juga meningkatkan kualitas buah, menarik, buah lebih keras dan lebih tahan lama. Waktu pemotongan akar paling baik pada saat tanaman mulai berbunga, paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Jika dilakukan melewati batas, hasil panen berkurang dan pertumbuhan terhambat. Cara pemotongan: kedua sisi barisan tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm dan sejauh 1,5-2 meter dari pangkal batang.
b) Peremajaan
Tanaman yang sudah tua dan kurang produktif perlu diremajakan. Tanaman durian tidak harus dibongkar sampai ke akar-akarnya, tetapi cukup dilakukan pemangkasan. Luka pangkasan dibuat miring supaya air hujan tidak tertahan.Untuk mencegah terjadinya infeksi batang, bekas luka tersebut dapat diolesi meni atau ditempeli lilin parafin. Setelah 2-3 minggu dilakukan pemangkasan (di musim hujan) maka pada batang tersebut akan tumbuh tunas-tunas baru. Setelah tunas baru mencapai 2 bulan, tunas tersebut dapat diokulasi. Cara okulasi cabang sama dengan cara okulasi tanaman muda (bibit). Tinggi okulasi dari tanah ± 1 - 1,5 m atau 2 - 2,5 m tergantung pada pemotongan batang pokok. Pemotongan batang pokok tidak boleh terlalu dekat dengan tanah.
c) Pembentukan tanaman yang terlanjur tua
Dahan-dahan yang akan dibentuk tidak usah dililiti kawat, tetapi cukup dibanduli atau ditarik dan dipaksa ke bawah agar pertumbuhan tanaman tidak mengarah ke atas. Cabang yang akan dibentuk dibalut dengan kalep agar dahan tersebut tidak terluka. Balutan kalep tadi diberi tali, kemudian ditarik dan diikat dengan pasak. Dengan demikian, dahan yang tadinya tumbuh tegak ke atas akan tumbuh ke bawah mengarah horizontal.

4) Pemupukan

Sebelum melakukan pemupukan kita harus melihat keadaan tanah, kebutuhan tanaman akan pupuk dan unsur hara yang terkandung dalam tanah.
a) Cara memupuk
Pada tahap awal buatlah selokan melingkari tanaman. Garis tengah selokan disesuaikan dengan lebarnya tajuk pohon. Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm. Tanah cangkulan disisihkan di pinggirnya. Sesudah pupuk disebarkan secara merata ke dalam selokan, tanah tadi dikembalikan untuk menutup
selokan. Setelah itu tanah diratakan kembali, bila tanah dalam keadaan kering segera lakukan penyiraman.
b) Jenis dan dosis pemupukan
Jenis pupuk yang digunakan untuk memupuk durian adalah pupuk kandang, kompos, pupuk hijau serta pupuk buatan. Pemupukan yang tepat dapat membuat tanaman tumbuh subur. Setelah tiga bulan ditanam, durian membutuhkan pemupukan susulan NPK (15:15:15) 200 gr perpohon.
Selanjutnya, pemupukan susulan dengan NPK itu dilakukan rutin setiap empat bulan sekali sampai tanaman berumur tiga tahun. Setahun sekali tanaman dipupuk dengan pupuk organik kompos/pupuk kandang 60-100 kg per pohon pada musim kemarau. Pemupukan dilakukan dengan cara menggali lubang mengelilingi batang bawah di bawah mahkota tajuk paling luar dari tanaman. Tanaman durian yang telah berumur ≥ 3 tahun biasanya mulai membentuk batang dan tajuk. Setelah itu, setiap tahun durian membutuhkan tambahan 20–25% pupuk NPK dari dosis sebelumnya. Apabila pada tahun ke-3, durian diberi pupuk 500 gram NPK per pohon maka pada tahun ke-4 dosisnya menjadi 600-625 gram NPK per pohon. Kebutuhan pupuk kandang juga meningkat, berkisar antara 120-200 kg/pohon menjelang berbunga durian membutuhkan NPK 10:30:10. Pupuk ini ditebarkan pada saat tanaman selesai membentuk tunas baru (menjelang tanaman akan berbunga).

5) Pengairan dan Penyiraman

Durian membutuhkan banyak air pada pertumbuhannya, tapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama atau sampai terlalu basah. Bibit durian yang baru ditanam membutuhkan penyiraman satu kali sehari, terutama kalau bibit ditanam pada musim kemarau. Setelah tanaman berumur satu bulan, air tanaman dapat dikurangi sekitar tiga kali seminggu.
Durian yang dikebunkan dengan skala luas mutlak membutuhkan tersedianya sumber air yang cukup. Dalam pengairan perlu dibuatkan saluran air drainase untuk menghindari air menggenangi bedengan tanaman.

6) Waktu Penyemprotan Pestisida

Untuk mendapatkan pertumbuhan bibit tanaman yang baik, setiap 2 minggu sekali bibit disemprot zat pengatur tumbuh Atonik dengan dosis 1 cc/liter air dan ditambah dengan Metalik dengan dosis 0,5 cc/liter air. Hal ini dilakukan untuk merangsang pertumbuhan tanaman agar lebih sempurna. Jenis insektisida yang digunakan adalah Basudin yang disemprot sesuai aturan yang ditetapkan dan berguna untuk pencegahan serangga. Untuk cendawan cukup melaburi batang dengan fungisida (contohnya Dithane atau Antracol) agar sehat. Lebih baik bila pada saat melakukan penanaman, batang durian dilaburi oleh fungisida tersebut.

7) Pemeliharan Lain

Pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) berfungsi mempengaruhi jaringan-jaringan pada berbagai organ tanaman. Zat ini sama sekali tidak memberikan unsur tambahan hara pada tanaman. ZPT dapat membuat tanaman menjadi lemah sehingga penggunannya harus disesuaikan dengan petunjuk pemakaian yang tertera pada label yang ada dalam kemasan, sebab pemakaian ZPT ini hanya
dicampurkan saja.

HAMA DAN PENYAKIT

Hama

1) Penggerek buah (Jawa : Gala-gala)

Ciri: telur diletakkan pada kulit buah dan dilindungi oleh jaring-jaring mirip rumah laba-laba. Larva yang telah menetas dari telur langsung menggerek dan melubangi dinding-dinding buah hingga masuk ke dalam. Larva tersebut tinggal di dalam buah sampai menjadi dewasa. Buah yang diserang kadang-kadang jatuh sebelum tua. Penyebaran: serangga penggerek buah menyebar dengan cara terbang dari pohon durian yang satu ke pohon lainnya. Serangga penggerek buah ini bertelur pada buah durian yang dihinggapinya. Kegiatan bertelur ini dilakukan secara periodik setiap menjelang musim kemarau. Pengendalian: dilakukan dengan insektisida, seperti Basudin, Sumithion 50 AC, Thiodan 35 EC, dengan dosis 2-3 cc/liter air.

2) Lebah mini

Ciri: hama ini berukuran kecil, tubuhnya berwarna coklat kehitaman dan sayapnya bergaris putih lebar. Setelah lebah menjadi merah violet, ukuran panjangnya menjadi 3,5 cm. Pada fase ulat (larva), hama ini menyerang daun-daun durian muda. Selama hama tersebut mengalami masa istirahat (bentuk kepompong), mereka akan menempel erat pada kulit buah. Setelah menjadi lebah serangga ini
mencari makan dengan cara menggerek ranting-ranting muda dan memakan daun-daun muda. Pengendalian: menggunakan parvasida, seperti Hostathion 40 EC (Triazofos 420 gram/liter), dan insektisida, seperti Supracide 40 EC dosis 420 gram/liter dan Temik 106 (Aldikarl 10%).

3) Ulat penggerek bunga (Prays citry)

Ulat ini menyerang tanaman yang baru berbunga, terutama bagian kuncup bunga dan calon buah.
Ciri: ulat ini warna tubuhnya hijau dan kepalanya merah coklat, setelah menjadi kupu-kupu berwarna merah sawo agak kecoklatan, abu-abu dan bertubuh langsing.
Gejala: kuncup bunga yang terserang akan rusak dan putiknya banyak yang berguguran. Demikian pula, benang sari dan tajuk bunganya pun rusak semua, sedangkan kuncup dan putik patah karena luka digerek ulat. Penularan ke tanaman lain dilakukan oleh kupu-kupu dari hama tersebut.
Pengendalian: dengan menyemprotkan obat-obatan seperti Supracide 40 EC, nuvacrom SWC, Perfekthion 400 EC (Eimetoat 400 gram/liter).

4) Kutu loncat durian

Ciri: serangga berwarna kecoklatan dan tubuhnya diselimuti benang-benang lilin putih hasil sekresi tubuhnya; bentuk tubuh, sayap dan tungkainya mirip dengan kutu loncat yang menyerang tanaman lamtoro. Gejala: kutu loncat bergerombol menyerang pucuk daun yang masih muda dengan cara menghisap cairan pada tulang-tulang daun sehingga daun-daun akan kerdil dan pertumbuhannya terhambat; setelah menghisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening yang pekat rasanya manis dan merata ke seluruh permukaan daun sehingga mengundang semut-semut bergerombol. Pengendalian: daun dan ranting-ranting yang terserang dipangkas untuk dimusnahkan. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dosis 100-150
gram/5 liter air.

Penyakit

1) Phytopthora parasitica dan Pythium complectens

Penyebab: Pythium complectens, yang menyerang bagian tanaman seperti daun, akar dan percabangan. Penularan dan penyebab: penyakit ini menular dengan cepat ke pohon lain yang berdekatan. Penularan terjadi bila ada akar yang terluka. Penularan terjadi bersama-sama dengan larutnya tanah atau bahan organik yang terangkut air.
Gejala: daun durian yang terserang menguning dan gugur mulai dari daun yang tua, cabang pohon kelihatan sakit dan ujung-ujungnya mati, diikuti dengan berkembangnya tunas-tunas dari cabang di bawahnya. Kulit di atas permukaan tanah menjadi coklat dan membusuk. Pembusukan pada akar hanya
terbatas pada akar-akar sebelah bawah, tetapi dapat meluas dari ujung akar lateral sampai ke akar tunggang. Jika dilihat dari luar akar yang sakit tampak normal, tetapi jaringan kulitnya menjadi colat tua dan jaringan pembuluh menjadi merah jambu.
Pengendalian: (1) upayakan drainase yang baik agar tanah tidak terlalu basah dan air tidak mengalir ke permukaan tanah pada waktu hujan; (2) pohon yang sakit dibongkar sampai ke akarnya dan dibakar; (3) pilih bibit durian kerikil untuk batang bawah karena jenis ini lebioh tahan terhadap serangan jamur sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit busuk.

2) Kanker bercak

Penyebab: Pythium palvimora, terutama menyerang bagian kulit batang dan kayu. Penyebaran oleh spora sembara bersamaan dengan butir-butir tanah atau bahan organik yang tersangkut air. Penyebaran penyakit ini dipacu oleh curah hujan yang tinggi dalam cuaca kering. Jamur dapat tumbuh dengan baik pada suhu antara 12-35 derajat C.
Gejala: kulit batang durian yang terserang mengeluarkan blendok (gum) yang gelap; jaringan kulit berubah menjadi merah kelam, coklat tua atau hitam; bagian yang sakit dapat meluas ke dalam sampai ke kayu; daun-daun rontok dan ranting-ranting muda dari ujung mulai mati.
Pengendalian: (1) perbaikan drainase agar air hujan tidak mengalir dipermukaan tanah dan untuk
batang yang sakit; dilakukan dengan cara memotong kulit yang sakit sampai ke kayunya yang sehat dan potongan tanaman yang sakit harus dibakar, sedangkan bagian yang terluka diolesi fungisida, misalnya difolatan 4 F 3%.

3) Jamur upas

Gejala: pada cabang-cabang dan kulit kayu terdapat benang-benang jamur mengkilat seperti sarang laba-laba pada cabang-cabang. Jamur berkembang menjadi kerak berwarna merah jambu dan masuk ke dalam kulit dan kayu sehingga menyebabkan matinya cabang.
Pengendalian: (1) serangan jamur yang masih pada tingkat sarang laba-laba dapat dikendalikan dengan cara melumasi cabang yang terserang degan fungisida, misalnya calizin RM; (2) jika jamur sudah
membentuk kerak merah jambu, sebaiknya dilakukan pemotongan cabang kirakira lebih 30 cm ke bawah bagian yang berjamur; (3) dengan menyemprotkan Antrocol 70 WP (propineb 70,5%), dosis 100-200 gram/liter air atau 1-1,5 kg/ha aplikasi.

PANEN

Pada umur sekitar 8 tahun, tanaman durian sudah mulai berbunga. Musim berbunga jatuh pada waktu kemarau, yakni bulan Juni-September sehingga bulan Oktober-Februari buah sudah dewasa dan siap dipetik. Panen durian diusahakan sebelum musim hujan tiba karena air hujan dapat merusak kualitas buah. Warna durian yang hampir masak agak berbeda-beda tergantung pada kultivarnya. Buah yang sudah masak umumnya ditandai dengan bau harum yang menyengat. Pada durian yang sudah masak bila diketuk duri atau buahnya akan terdengar dentang udara antara isi dan kulitnya.


 Butuh Jasa Konsultan Pembuatan Kebun Buah?
Butuh Info Bibit Durian Berkualitas dan unggul?
Hubungi ahlinya:
Robi N dari MSTech
Alamat:

 Jln. Kaliurang KM 19
Pasar Tani Purwodadi 
Pakembinangun Pakem
D.I.YOGYAKARTA
INDONESIA


Call/SMS: MSTech
 0813-1388-8479
wa: 0812-1560-7921

Sumber: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Siapakah Robi N – Owner MSTECH Penggiat Pertanian Organik Milenial Merek TOP D'WE

Siapakah  Robi N – Owner MSTECH Penggiat Pertanian Organik Milenial Merek TOP D’WE ® Mas Robi N Robaeli Ndruru yang biasa di...