Thursday, March 12, 2015

Sistem Budidaya Durian Menoreh Kuning By. Rob Ndruru

Durian Menoreh Kuning, Varietas Terunggul
Rob N menunjukkan varietas durian menoreh Kuning yang berlabel.
SLEMAN (KR) - Durian merupakan buah yang memiliki cita rasa unik dibanding buah yang lain. Rasanya manis dengan aroma yang khas, namun untuk mendapatkan buah dengan sebutan populer 'raja dari segala buah' itu harus dibeli dengan harga yang mahal. Akan tetapi tidak semua durian rasanya manis dan enak, semua tergantung dari varietas durian tersebut.
Salah satu varietas durian lokal terunggul adalah durian menoreh kuning. Durian itu berasal dari Kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulonprogo yang sudah mendapatkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No 316&317/kpts/SR120/5/2007. Perintisnya Sugito dari 'Kelompok Tani Mamrih Subur Kalibawang' pada 2007. Sedangkan 2009 usaha pembibitan durian menoreh kuning dengan nama M-Seed diteruskan oleh anaknya bernama Robaeli Ndruru. M-seed juga menjadi satu-satunya pembudidaya durian menoreh kuning di DIY bahkan Indonesia, dengan pemasaran yang legal.    
Sebelumnya, 2007-2009 permintaan pasar sangat tinggi, tetapi benih durian sangat terbatas. Sehingga mulai 2009 itu, Robaeli berusaha meningkatkan produksi benih durian menoreh kuning untuk melayani tingginya permintaan tersebut. "Hingga saat ini benih durian menoreh kuning sudah terjual puluhan ribu ke seluruh Indonesia. Karena durian jenis ini memiliki banyak keunggulan, antara lain varietas yang tahan terhadap hama penyakit lalat buah, jugapertumbuhannya bisa cepat dengan percabangan yang rapat dan kokoh, buahnya berwarna menarik dan berukuran besar, rasa dan aroma yang khas, dagingnya tebal dengan warna kuning mentega, mudah pemeliharaannya, serta benihnya berlabel/bersertifikat karena dibawah pengawasan dan sertifikasi BPSB Provinsi DIY," papar Robaeli saat ditemui KR di rumahnya yang dijadikan tempat pemasaran di Jalan Kaliurang Km 19 Purwodadi, Hargobinangun, Pakem Sleman, Senin (8/10).
Menurut Robaeli tidak lepas dari pemeliharaan mulai dari benih hingga menjadi pohon yang siap dipanen. Tidak sembarangan ketika menanam sampai pemeliharaannya. Ada banyak tahapan tentang budidaya durian menoreh kuning yang ideal dan benar. Yang pertama, sebelum menanam harus memilih dan menyiapkan lahannya. Untuk menentukan lahan yang cocok adalah dengan ketinggian kurang lebih 100-750 meter diatas pemukaan laut, PH 5-7 dan ketebalan tanah 6 meter. Selanjutnya pemetaan lahan jaraknya 10X10 meter dengan besarnya lubang 1X1X1 meter. Manfaatnya dengan jarak 10 meter itu adalah cabang pohon durian menoreh kuning bisa sampai 5 meter.
Proses membuat lubang adalah memisahkan separuh lapisan tanah, bagian atas ditaruh sebelah kanan dan bagian bawah ditaruh di sebelah kiri. Kemudian biarkanlah selama 3 bulan selama musim kemarau (sifatnya kondisional) yang bertujuan untuk mengkondisikan/menstabilkan ph tanah dan menambah unsur nitrogen. Sedangkan penutupan lubang kurang lebih 15 hari sebelum penanaman benihnya. Dengan cara lapisan tanah bagian atas dikembalikan paling pertama menyusul palisan bawah ditaruh paling atas. Posisi tanah juga harus dibuat cembung yang berfungsi agar pangkal tanaman durian tidak tergenang air hujan. yang mengakibatkan tanaman jadi kerdil hingga mati.
Untuk penanamannya, setelah polibag dilepas lalu ditanam tepat pada leher akar dan tidak lupa diberi pupuk kandang 3-5 genggam. Kemudian diberikan mulsa (rumput kering) disekitar batang bawah tanaman, tujuannya untuk menjaga kelembapan dan menghindari percikan tanah saat hujan agar tidak mengenai batang dan daun. Percikan itu bisa mengakibatkan gangguan pada pertumbuhan tanaman.

Sedangkan untuk pemeliharaannya dengan penggemburan tanah dengan membersihkan rumput-rumput yang tumbuh disekitar benih. Penyiraman dilakukan dua hari sekali pada pagi atau sore dengan air secukupnya. Pemupukan menjelang tunas muda dipupuk setahun bisa sampai 3 kali dengan pupuk organik atau pupuk kandang. Pada musim kemarau itu, bagian atas pohon durian menoreh kuning diberikan mulsa hingga umur 6 bulan setelah penanaman yang bertujuan untuk mengurangi sinar matahari langsung mengenai tanaman.
Dikatakan Robaeli, pemangkasan pada pucuk tanaman bertujuan untuk menghambat pertumbuhan keatas, nantinya tinggi pohon durian tidak lebih dari 6 meter. Hal itu juga bisa memaksimalkan pertumbuhan percabangannya. "Pemangkasan pertama bisa dimulai dari ketinggian 0,5-1 meter, pemangkasan kedua pada tambahan ketinggian 0,5 atau 1 meter, dan pemangkasan dilanjutkan hingga kurang lebih tinggi pohon 4 atau 5 meter," terang bapak yang dikaruniai dua anak.

Untuk menciptakan hasil produksi yang berkualitas dan berkelas tinggi, harus dilakukan perawatan pada pohonnya, yaitu dengan penyemprotan obat pestisida atau fungisida. Itu dapat menanggulangi dari serangan jamur atau serangga. Sedangkan penyiraman menjelang berbuah sebaiknya disiram seminggu sekali dengan kapasitas air 200 liter per pohon. Kapasitas penyiraman air akan semakin berkurang sesuai perkembangan buah durian menoreh kuning dengan pemupukan secukupnya agar buah tetap tebal dan manis.

Buah durian yang sudah berumur 15 hari relatif riskan terhadap serangan hama buah, namun untuk mengantisipasinya dengan cara dibungkus karung atau plastik atau juga dengan penyemprotan obat hama. Tetapi patut diperhatikan bahwa buah durian menoreh kuning bisa tahan dengan serangan lalat buah. Menjelang buah matang juga sebaiknya buah diikat dengan tali rafia, sehingga buah yang sudah matang masih bergelantungan dipohonnya.

Menurut Robaeli kelahiran  Nias 33 tahun silam, benih ini berasal dari induk pohon durian yang sudah berumur ratusan tahun yang ada di lereng Menoreh Kulonprogo. Untuk pembuatan benih durian menoreh kuning dengan cara biji diambil dari induknya dan jika biji itu sudah jadi atau tingginya sekitar 40 cm lalu disambung dengan induk durian menoreh kuning yang sudah bersertifikat. Sertifikat itu didapatkan Robaeli dari Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, yang memberikan Surat Keterangan Pendaftaran Pengedar Benih Bina (SKPB) nomor : 124/BPSBPDIY/PNY/SLM/IV/2011. Sehingga benih-benih dari Robaeli tersebut semuanya legal dan sudah terjamin kualitasnya, karena dari dinas selalu memonitoring durian menoreh kuning yang dibudidayakan oleh Robaeli. Umur tanaman durian dari tanam sampai berbuah berkisar antara 4 sampai 7 tahun, namun rata-rata umurnya 6 tahun bisa berbuah. "Ada satu lagi keunggulan dari benih saya, benih ini kami buat berkaki 3. Caranya dengan melakukan okulasi atau penambahan 2 kaki pada batang. Keunggulannya, pertumbuhannya lebih cepat, kaki menjadi kokoh, produksinya juga lebih banyak dan daya tahan hidup lebih kuat," ujarnya. 

Saat ini durian menoreh kuning masih dibudidayakan Robaeli di daerah Kalibawang dengan 4 orang karyawan, sedangkan untuk pemasarannya di Jalan Kaliurang Dusun Purwodadi Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem Sleman atau ditempat dia tinggal bersama Idawati istrinya dan dua anaknya. Benih itu juga sudah sampai ke seluruh Indonesia seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi bahkan ke Papua. Akan tetapi karena terkendala modal untuk biaya pembuatan, perawatan dan operasional, Robaeli hanya membuat sesuai pesanan. M-Seed juga bekerjasama dengan Dinas Pertanian DIY dan Kulonprogo, serta Direktorat Perbenihan Jakarta.

"Rencana kedepan, buah durian menoreh kuning hasil produksi M-Seed bisa diekspor ke luar negeri, juga saya ingin membuka pemasaran ditiap-tiap kota besar di Indonesia. Selain itu saya ingin mendirikan asosiasi buah durian menoreh, agar dapat membantu para petani dalam hal perawatan benih, pohon, buah hingga pemasarannya dengan harga yang patut dan pantas sebagai penyandang 'Raja dari segala buah' itu," pungkasnya. (Aditya Kurniawan)
Kedaulatan Rakyat Halaman, 13


Butuh Benihnya?

Pesan bibit/Benih Buah Unggul:

Info langsung:
KontakLanjut:
M-SEED
SKPBH No. 001/Pe / Perseorangan/DIY/ 01.2013
http://www.durianmenoreh.com/
e-mail: durianmenoreh@ymail.com
Alamat:
Pasar Tani Purwodadi Pakembinangun Pakem
Jln. Kaliurang KM 19
D.I.YOGYAKARTA
INDONESIA
Call/SMS:
Simp : 0813 1388 8479,
XL: 0878 4319 0808,
IM3: 0856 4384 666
Note: Siap kirim dalam dan luar kota

0 comments:

Post a Comment